Minggu, 22 November 2009

Ndeleng keramean


Desaku sedang ada pegelaran wayang kulit.Persih deso itu sebutan yang kutau untuk pergelaran itu.Sedari sore keramaian sudah mulai terlihat,orang buat panggung,tukang dagang,umbul-umbul,anak-anak berlarian.Malam tiba,pergelaran dimulai suasana desa sepi dengan khusyuk mengikuti jalannya persih deso itu.Hanya ada segelintir orang bahas acara esok hari disimpang jalan.Asyik mengikuti jalan cerita wayang,ramai orang sekonyong-konyong berhamburan oleh teriakan warga yang berjaga.Kiranya maling telah beraksi,puluhan orang ramai-ramai pukuli sipesakitan.Aku hanya termenung saksikan keramaian itu.Warung tempat simaling menyambung hidup ramai oleh rintih kesakitan.pun,rokok yang terbang tak disadari warga telah menyulut sisi kiri warung yang terbuat dari bilik bambu,keramaian baru terjadi lagi...!Warga yang sedang asyik menghakimi simaling tak sadar api mulai membesar,kecil dan mulai berkobar.Sumpah serapah warga iringi warung yang terbakar.Sebagian amankan simaling,sebagian sibuk padamkan api.Dari situ aku tak tau lagi yang terjadi.Keramaian yang beruntun kulihat hilang seketika saat ember kaleng berisi air menimpa kepalaku.Mungkin saat ini keramaian itu pindah padaku saat warga sibuk menolongku yang tak sadarkan diri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar